Kita sebagai bangsa Indonesia sudah lupa dengan sendirinya akan hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Hari ini 2 Mei 2015 kita di ingatkan Google yang turut serta memperingati hari kelahiran Ki hajar dewantara. Kenapa ini penting ? Andalah yang bertanggungjawab untuk memaknai hari tersebut.
![]() |
| Potret Google Ki Hajar dewantara |
126 tahun sudah kita memperingati hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional kita, yakni Raden Mas Soewardi Soerjadiningrat yang kita kenal dengan Ki Hajar Dewantara (2 Mei 1889) adalah Bapak Pendidikan Indonesia. Beliau merupakan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi dari jaman penjajahan Belanda. Beliau adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Beliau dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).
"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri andayani "- di depan memberi contoh teladan yang baik, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan-. Filosofi Ki hajar Dewantara yang sering kita dengar namun dalam praktek yang nyata Filosofi ini hanya sebagai slogan oleh bangsa Indonesia. Semestinya kita harus bangga dengan hal itu.
Mari kita lihat potret realitas yang ada, kenapa pemerintahan Indonesia ini begitu carut marut -tidak adanya kepercayaan lagi dari pihak masyarakat terhadap pihak pemerintahan-, degradasi moral dunia Pendidikan yang semakin terpuruk. Masyarakat serasa kehilangan figur yang dapat dijadikan teladan. Semua itu kalau kita maknai dengan filosofinya Ki Hajar Dewantara sungguh ironis sekali.
Disinilah pentingnya memaknai filosofi tersebut, Tidak hanya Lembaga Pendidikan saja yang berperan penting memaknai filosofi itu. Namun harus dari semua lini pemerintahan, karena ini memberikan dampak yang sangat segnifikan sekali terhadap perubahan masyarakat yang berpendidikan.
Dunia pendidikan yang berperan penting membentuk perubahan tingkah laku manusia menjadi tolok ukur yang paling utama. Namun anehnya dunia pendidikan Indonesia mengesampingkan metode pendidikan yang di telorkan oleh pejuang Bapak-bapak Pendidikan Indonesia itu sendiri. justeru semakin ironis mengadopsi dari luar, pendidikan dari kacamata barat yaitu melahirkan individu-individu yang pragmatis yang bekerja untuk memperoleh kejayaan material dan profesional sosial yang memberi kesejahteraan kepada diri, industri dan negara. Diupayakan pendidikan berawal dari manusia apa adanya atau aktualisasi dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang apa adanya atau potensialitas dan manusia tersebut diarahkan menuju terwujudnya pribadi yang dicita-citakan atau idealitas.
Mari kita lihat sekilas Tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Tap MPRS No XXVI/MPRS/1966 tentang Agama, pendidikan dan kebudayaan, sehingga dirumuskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan pembukaan UUD 1945. Dalam UU No. 2 tahun 1989 juga ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, dengan artian bahwa manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki budi pekerti luhur, memiliki keterampilan dan pengetahuan, kesehatan jasmani dan rohani, memiliki pribadi yang baik, mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan, kebangsaan.
Tidak bersimpangan sama sekali ketika kita menerapkan prinsip "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri andayani "- Karena dalam tiga kalimat ini merupakan bentuk implementasi dari tujuan pendidikan yang kita kenal dengan istilah pendidikan berbasis karakter.
Sementara Dunia Pendidikan Indonesia masih sibuk dengan melakukan perubahan perubahan yang tepat untuk dapat merubah masyarakat yang berpendidikan. Sisi lain Dunia pendidikan di Negara Finlandia sudah menerapkan filosofi Ki hajar Dewantara sejak 20 tahun yang silam.
Semoga Bermanfaat
