-->
Restore Data Dapodikdas 3.0.0 ke 3.0.1 Apakah Aman?

Restore Data Dapodikdas 3.0.0 ke 3.0.1 Apakah Aman?

Aplikasi dapodikdas 3.0.0 dan 3.0.1 menggunakan struktur database yang sama yaitu 2.4.2. Aplikasi dapodik akan berjalan secara normal selama menggunakan versi database yang kompatibel, artinya 3.0.0 dan 3.0.1 masih dalam kondisi kompatibel.
Informasi Pengaturan Aplikasi
Satu hal lain yang perlu dicatat adalah mengenai data referensi yang digunakan oleh setiap versi aplikasi dapodik memungkinkan ada perubahan atau penambahan (referensi tidak ada penghapusan atau pengurangan hanya ada batas kedaluarsa saja) artinya didalam struktur yang sama memungkinan terjadi perbedaan data referensi.

Untuk versi 3.0.0 dan 3.0.1 termasuk kedalam peralihan versi yang mengalami perubahan data referensi. Saat anda melakukan instalasi menggunakan installer atau updater (patch) 3.0.1 akan berbeda dengan setelah melakukan restore data hasil backup 3.0.0.

Perbedaan referensi ini secara fungsional sama sekali tidak mempengaruhi kinerja aplikasi, baik aplikasi Dapodik Helper ataupun aplikasi Dapodik itu sendiri. Namun ada beberapa variabel isian pada aplikasi dapodik yang akan menampilkan perbedaan daftar isian (list).

Perbedaan yang pertama adalah pada isian kewarganegaraan. Pada versi 3.0.0 pilihan kewarganegaraan hanya menampilkan negara indonesia saja sedangkan pada paket 3.0.1 sudah tersedia semua negara untuk isian tersebut. Namun bukan berarti referensi negara Indonesia hasil 3.0.0 itu tidak dapat digunakan, tetapi masih tetap dapat digunakan karena yang terjadi hanyalah penambahan data referensi bukan penghapusan.

Referensi lainnya yang berubah adalah isian Mata Pelajaran, untuk versi 3.0.1 relatif lebih sedikit karena pada versi sebelumnya ditemukan beberapa yang double sehingga dilakukan peleburan dan salah satunya dijadikan sebagai referensi yang kedaluarsa.

Serta beberapa referensi lainnya yang tidak kasat mata ada pada bagian rombongan belajar dan sarana prasarana. Namun sekali lagi perbedaan referensi ini tidak mempengaruhi atau membuat aplikasi menjadi bermasalah, hanya apabila dibutuhkan untuk referensi lengkap misalnya perlu menambahkan peserta didik dengan kewarganegaraan selain Indonesia tentu saja disarankan untuk menggunakan paket 3.0.1 bukan melakukan restore dari data 3.0.0, tetapi apabila tidak dibutuhkan tentu bukan menjadi problem teknis terhadap data dan aplikasi yang terpasang pada masing-masing komputer yang menggunakan data hasil restore 3.0.0 tersebut.
Read more »
Pre Release Aplikasi 2.7

Pre Release Aplikasi 2.7

Setelah 7 bulan tidak melakukan update aplikasi, kini untuk versi terbaru sedang dalam finalisasi. Diharapkan sudah bisa dilakukan release pada periode tahun ajaran baru nanti bersamaan dengan periode pendataan baru.
Tampilan proses instalasi
Fasilitas baru untuk versi yang akan direlease mayoritas lebih kepada pemanfaatan tool dan library langsung pada aplikasi sehingga tidak ketergantungan dengan aplikasi Dapodik (das/men). Walaupun masih tetap membutuhkan aplikasi Dapodik namun hanya pada saat pengaturan awal instalasi saja.
Tampilan utama versi 2.7
Pada segi reporting versi ini sudah dilengkapi dengan header report sesuai dengan satuan pendidikan terkait (dapat dilakukan penyesuaian) dan konversi kedalam file PDF langsung tanpa perlu penambahan library atau aplikasi pendukung seperti pada versi-versi sebelumnya. Pada formulir PTK sudah dilengkapi dengan data beban ajar dan beberapa riwayat yang sering diperlukan.
Formulir cetak PTK
Untuk tampilan data ditambahkan kolom nomor sehingga memudahkan untuk membaca data yang ditampilkan tersebut.
Tampilan data pokok
Fasilitas lainnya tunggu sampai resmi dilakukan release nanti :)
Read more »
Peserta Didik Hilang, Bencana atau Dilema

Peserta Didik Hilang, Bencana atau Dilema

Peserta didik tiba-tiba berkurang ditampilan sistem data pokok pendidikan adalah topik yang sedang ramai dilingkungan pengelola data tingkat dinas dan sekolah. Yang membuat heboh sebenarnya adalah karena SMS informasi yang tiba-tiba datang dan banyak tersebar dimedia sosial.

Prosedur 'mengeluarkan' peserta didik yang sudah tidak lagi terdaftar sebagai murid pada satuan pendidikan tertentu sebenarnya adalah hal yang lumrah dan memang sistem yang ada saat ini mendukung untuk hal itu, namun sering kali kita melupakan hal ini karena terlalu fokus pada beberapa data utama terutama yang terkait dengan tunjangan individu.

Kemudian selanjutnya adalah tentang data yang 'dihapus' itupun hal yang lumrah dan sudah sejak lama bisa dilakukan untuk semua data. Namun entah kenapa saat ini seperti menjadi hal baru dan belum pernah ada sebelumnya.

Yang harus kita sikapi dengan bijak adalah apabila peserta didik di sekolah kita tersebut yang kena imbas 'pembersihan', maka pastikan kita tahu informasi awal terhadap siswa tersebut, misalnya sebelumnya dari sekolah kecamatan sebelah, atau kabupaten sebelah atau bahkan lintas propinsi.

Saat kita sudah tahu yang perlu dilakukan hanya memastikan riwayat awal di sekolah asal sudah dinonaktifkan dari daftar siswa aktif dengan menghubungi langsung sekolah asal baik melalui kepala sekolah atau langsung ke pengelola data pokok disana.

Setelah pada sekolah asal dikeluarkan dan sudah melakukan sinkronisasi dengan data pusat langkah yang silanjutnya dilakukan adalah 'mengembalikan' data peserta didik yang sudah terhapus tersebut.

Proses mengembalikan data terhapus lengkap dengan data turunan juga bisa dilakukan langsung dari sisi klien atau sekolah dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada DH.

Kemudian lakukan sinkronisasi dengan data pusat dan selesai.
Read more »
Sudah Benarkah Logo Tut Wuri Handayani yang Anda Gunakan?

Sudah Benarkah Logo Tut Wuri Handayani yang Anda Gunakan?

Mungkin setiap hari kita melihat atau menemukan gambar logo Tut Wuri Handayani baik itu di kantor, portal berita, media sosial dan lainnya. Namun apakah logo yang kita lihat atau bahkan kita gunakan tersebut sudah sesuai dengan yang seharusnya atau hanya karena bagus semata? untuk itu mari kita mengingat kembali peraturan tentang logo Tut Wuri Handayani ini.

Lambang atau logo Tut Wuri Handayani yang merupakan lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah diatur dalam keputusan menteri pendidikan nomor  0398/M/1977  tanggal  6 
September 1977 dengan uraian lambang sebagai berikut.


  1. (1) Bidang Segi Lima (Biru Muda); menggambarkan alam kehidupan Pancasila.
  2. (2) Semboyan Tut Wuri Handayani; digunakan  oleh  Ki  Hajar  Dewantara  dalam  melaksanakan  sistem  pendidikannya. Pencantuman  semboyan  ini  berarti  melengkapi  penghargaan  dan  penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.
  3. (3) Belencong Menyala Bermotif Garuda; Belencong  (menyala)  merupakan  lampu  yang  khusus  dipergunakan  pada  pertunjukan wayang kulit. Cahaya belencong membuat pertunjukan menjadi hidup. Burung  Garuda  (yang  menjadi  motif  belencong)  memberikan  gambaran  sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor  dan  sayap  garuda  digambarkan  masing-masing  lima,  yang  berarti:  ‘satu  kata dengan perbuatan Pancasilais’.
  4. (4) Buku; Buku  merupakan  sumber  bagi  segala  ilmu  yang  dapat  bermanfaat  bagi  kehidupan manusia.
  5. (5) Warna; Warna  putih  pada  ekor  dan  sayap  garuda  dan  buku  berarti  suci,  bersih  tanpa pamrih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup Pancasila).
Sedangkan ketentuan untuk warna yang digunakannya seperti berikut.
Referensi ini diambil dari Peraturan Menteri nomor 6 tahun 2013 tentang Tata Naskah Dinas di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Read more »
Klarifikasi Masalah Klaim DH Penyebab Error Dapodikdas 302

Klarifikasi Masalah Klaim DH Penyebab Error Dapodikdas 302

Untuk semua pengguna Dapodik Helper dimohon untuk dapat memahami terutama untuk fungsi-fungsi tertentu yang sudah banyak diingatkan pada blog ini, sehingga tidak lagi ada kebingungan.

Klaim DH penyebab error
Untuk permasalahan permintaan "Pengaturan Ulang" setiap setelah melakukan install ulang aplikasi Dapodikdas ataupun Dapodikmen pasti akan terjadi karena "Database" mengalami pergantian.

Untuk tahap tersebut sangat disarankan untuk melakukan "Run as Administrator" dan untuk kondisi komputer tertentu membutuhkan restart setelah proses komfigurasi selesai.
Dapodikdas 302 berjalan dengan baik
Untuk yang masih bingung tentang hal ini dapat dibaca kembali posting Pengaturan Tidak Ditemukan Dapodikdas 301 atau Problem Gagal Menjalankan Aplikasi Pada Window 64bit.

Semoga membantu.
Read more »
Pengaturan Tidak Ditemukan Dapodikdas 301

Pengaturan Tidak Ditemukan Dapodikdas 301

Bagi sebagian besar pengguna aplikasi Dapodik Helper masih saja berfikiran apabila Dapodikdas berganti versi maka Dapodik Helper juga harus ganti. Penjelasan ini sudah lama sekali dijelaskan disini namun mungkin banyak pengguna yang tidak punya banyak waktu untuk membaca informasi yang ada.
Pengaturan Dapodik
Peringatan "Pengaturan tidak ditemukan" bukan hal baru dan pasti akan muncul apabila melakukan install ulang aplikasi Dapodik Helper. Begitu juga saat melakukan install ulang atau update aplikasi Dapodikdas atau Dapodikmen seringkali peringatan tersebut muncul.

Peringatan tersebut bukan merupakan informasi tentang Dapodik Helper yang sudah habis masanya atau expired namun karena terjadi perubahan autentikasi database pada mesin tersebut. Hal ini tentu akan mengakibatkan Dapodik Helper gagal melakukan proses autentikasi dan diperlukan proses autentikasi ulang seperti saat pertama kali melakukan proses instalasi.

Setelah proses autentikasi dilakukan maka Aplikasi Dapodik Helper akan berjalan seperti biasa. Apabila dibutuhkan install ulang aplikasi Dapodik Helper, pastikan mendahulukan proses install aplikasi Dapodikdas atau Dapodikmen terlebih dahulu sebelum memulai proses Dapodik Helper.
Read more »
[ BUG ] ERROR 1252 Saat Melakukan Restore

[ BUG ] ERROR 1252 Saat Melakukan Restore

Banyak laporan dari pengguna mengenai error saat melakukan restore file .dbz dengan pesan error seperti gambar berikut.
Error Message 1252
Setelah melakukan studi kasus pada banyak file .dbz sampel identifikasi masalah terjadi kegagalan dalam melakukan proses 'penyelamatan' database asli. Proses ini melakukan backup otomatis database asli kedalam penyimpan temporary tujuannya agar apabila pengguna melakukan restore file yang sama masih bisa diselamatkan.

Karena proses pemindahan tersebut gagal sehingga semua proses eksekusi restore gagal dilakukan hal ini diakibatkan oleh nama database yang sama sudah ada di komputer tersebut sehingga semua data yang masuk akan ditolak.

Dengan segala kerendahan hati untuk menutup kekurangan tersebut telah direlease build per tanggal 13-09-2014. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Read more »
Perubahan Pada Update 21 Agustus 2014

Perubahan Pada Update 21 Agustus 2014

Dengan segala keterbatasan setelah sekian lama tidak mengeluarkan update kini dalam suasana yang masih hangatnya perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Dapodik Helper mengeluarkan update terbaru.

Pada release ini tampilan utama aplikasi mengalami sedikit perubahan seperti terlihat dibawah ini.
Dapodik Helper
Fasilitas yang ditambahkan pada versi ini adalah reset password, tambah pengguna baru, cetak formulir sekolah, auto configuration apabila aplikasi dapodik melakukan perubahan seperti terjadi pada Dapodikmen dari 8.0.0 ke 8.0.2, serta beberapa fasilitas kecil lainnya.

Untuk rincian detail dan panduan tambahan akan dibuat pada posting selanjutnya.

Terima Kasih.
Read more »
Informasi Dapodikdas 2014

Informasi Dapodikdas 2014

Tidak lama lagi akan memasuki tahun ajaran baru yaitu tahun ajaran 2014/2015 berkaitan dengan masa berlaku aplikasi Dapodikdas yang akan berakhir pada 31 Juli 2014, kini versi aplikasi yang baru sebagai penerus aplikasi saat ini sedang disiapkan oleh tim Dapodikdas. Aplikasi yang akan release nanti menggunakan kode versi 3.0.0 yang artinya adalah tahun ke-3 untuk Dapodikdas ini digunakan.
Dapodikdas 2014/2015
Tidak banyak perubahan yang terjadi pada aplikasi terbaru yang tidak lama lagi akan disebar luaskan tersebut. Fasilitas tambahan yang sudah ramai beredar mengenai penambahan fasilitas pengisian nilai raport pada versi 3.0.0 ini BATAL ditambahkan, artinya secara fasilitas tidak ada penambahan fasilitas baru hanya penambahan jenis isian saja dan penyempurnaan fasilitas yang sudah ada.

Sejauh ini perubahan yang terjadi pada aplikasi Dapodikdas masih tidak pengaruh terhadap fungsi Dapodik Helper. Sehingga aplikasi Dapodik Helper yang saat ini digunakan masih tetap BISA digunakan pada aplikasi Dapodikdas yang baru nanti. Paling tidak kalau harus install ulang aplikasi Dapodikdas sekalipun pengguna tidak perlu melakukan install ulang aplikasi Dapodik Helper.

Yang harus diketahui oleh semua tentang aplikasi baru ini adalah menggunakan struktur database yang berbeda dengan versi yang saat ini ada. Dengan demikian pengguna Dapodik Helper DILARANG melakukan restore file .dbz yang sudah dibackup dari aplikasi Dapodikdas 2.0.8 atau sebelumnya. Apabila pengguna melakukan restore database dari hasil backup aplikasi selain 3.0.0 kemungkinan besar akan terjadi ERROR pada aplikasi Dapodikdas 3.0.0 tersebut karena perihal perbedaan struktur database ini.
Read more »
Alasan Tim Dapodikmen Melarang Menginstall Dapodikdas Pada Komputer Yang Sama

Alasan Tim Dapodikmen Melarang Menginstall Dapodikdas Pada Komputer Yang Sama

Sejak tulisan Install Aplikasi Dapodikdas Dan Dapodikmen Pada Komputer Yang Sama beredar di media sosial banyak yang menanggapi baik yang bersifat positif ataupun sebaliknya. Untuk teman-teman yang berkecimpung dengan Dapodikdas akan berkomentar hal positif atau menghiraukan karena dianggap tidak perlu bagi sebagian orang namun berbeda dengan yang hanya berkecimpung dengan Dapodikmen.
Komentar Dapodikmen
Diatas adalah contoh salah satu komentar dari teman yang terlibat pada implementasi Dapodikmen yang dengan tegas mengatakan tidak merekomendasikan. Solusi yang direkomendasikan oleh rekan-rekan pengelola Dapodikmen memang bagus dan bisa dibilang solusi terbaik jadi untuk pengguna silahkan untuk menentukan sendiri cara yang mana yang akan digunakan.

Alasan Dapodikmen tidak merekomendasikan dipasang berdampingan dengan Dapodikdas sangat wajar sekali dilihat dari beberapa alasan dan sudut pandang. Perlu ditegaskan penilaian yang akan disebutkan disini murni dari analisa pribadi bukan dari tim dapodikmen ataupun dapodikdas.
Pemilihan Port Dapodikdas
Dapodikmen menggunakan nomor port database yang ditentukan secara otomatis sehingga sangat rentan dengan permasalahan bentrok port jika sudah ada aplikasi menggunakan port yang sama. Hal ini berbeda dengan Dapodikdas yang memberikan fasilitas pemeriksaan dan pemilihan port saat melakukan proses instalasi awal seperti gambar diatas. Dapodikdas saat proses instalasi memeriksa beberapa port yang akan digunakan pada Dapodikmen apabila port tersebut sudah digunakan maka akan ganti port lainnya sehingga Dapodikdas antar satu komputer dengan yang lainnya belum tentu menggunakan nomor port yang sama sesuai dengan kondisi komputer masing-masing.

Penjelasan demikian ini bagi sebagian orang memang agak sulit dicerna sehingga yang paling mudah disampaikan adalah tidak merekomendasikannya. Namun sekali lagi semua diserahkan kepada pengguna masing-masing akan menggunakan solusi yang seperti apa.
Read more »
Versi Aplikasi Dapodik dan Dapodik Helper

Versi Aplikasi Dapodik dan Dapodik Helper

Tidak sedikit pengguna dilapangan yang menganggap versi aplikasi Dapodik Helper tergantung kepada versi aplikasi DAPODIK KemDikBud. Informasi yang ditampilkan disini baik dihalaman download maupun dihalapan lainnya lebih sering 'dilewatkan', begitu pula pada lembar license agreement saat melakukan proses instalasi.
Versi Aplikdasi Dapodik Helper
Untuk kesekian kalinya mengingatkan bahwa aplikasi Dapodik Helper BUKAN bagian dari aplikasi DAPODIK yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak ada kewajiban sama sekali untuk memasang aplikasi Dapodik Helper pada komputer yang terpasang aplikasi DAPODIK karena Dapodik Helper bukan dikeluarkan oleh KemDikBud dan bukan bagian dari sistem DAPODIK.

Release aplikasi Dapodik Helper sama sekali tidak mengikuti versi pada aplikasi DAPODIK bahkan cenderung lebih sering update dibandingkan dengan aplikasi DAPODIK khususnya DAPODIKDas yang rata-rata 2 bulan sekali keluar release, sedangkan Dapodik Helper kadang sebulan bisa lebih dari 1 kali release update.

Meluruskan informasi yang beredar dilapangan tentang klaim dapodik helper yang dibuat oleh institusi atau perusahaan atau golongan tertentu, bahwa informasi itu tidak valid. Hingga saat tulisan ini dibuat Dapodik Helper dikembangan secara independent oleh perorangangan diluar institusi atau perusahaan ataupun golongan tertentu dengan maksud untuk melengkapi dan menyempurnakan fungsi-fungsi aplikasi DAPODIK yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Read more »
Perubahan Pada Update 04 Juni 2014

Perubahan Pada Update 04 Juni 2014

Untuk perubahan fitur tidak ada yang signifikan hanya beberapa saja yang diperbaiki dari release terakhir. Mungkin karena periode pengolahan data dapodik untuk semester ini sudah terbilang hampir selesai jadi banyak operator yang sudah tidak lagi menyentuh dapodik.
Dapodik Helper support Dapodikmen
Perubahan pertama yang agak serius adalah terhitung mulai release ini Dapodik Helper sudah dapat digunakan untuk Dapodikdas dan juga Dapodikmen.

Perubahan yang kedua pada fasilitas export file .csv untuk setting sparator tidak lagi terpaku pada karakter ',' (koma) namun menyesuaikan dengan regional setting pada komputer tersebut. Jadi untuk membuka file hasil export pada komputer yang sama langsung tampil dengan rapi namun pada komputer lain apabila regional setting berbeda harus melakukan penyesuaian terlebih dahulu.
Data pendukung peserta didik
Perubahan ketiga pada tab peserta didik kini sudah dapat menampilkan data pendukung peserta didik. Dengan melakukan double klik pada salah satu nama peserta didik selanjutnya jendela data pendukung akan tampil.

Perubahan keempat pada tampilan tanggal yang tidak konsisten. Sebelumnya masih ada beberapa format penampilan tanggal dengan urutan bulan paling depan, kini sudah dirubah menjadi format tanggal paling depan.

Serta beberapa perubahan kecil yang tidak terlihat secara langsung melalui tampilan aplikasi.
Read more »
Kompatibilitas Dapodik Helper Dengan Dapodik 208

Kompatibilitas Dapodik Helper Dengan Dapodik 208

Terhitung mulai tanggal 1 Juni 2014 Kemdikbud telah melakukan release aplikasi Dapodikdas baru yaitu versi 208. Pada release ini tidak ada fasilitas yang berubah ataupun bertambah begitu juga dengan data referensi tidak ada yang berubah juga.
Dapodikdas 208
Berdasarkan informasi yang beredar pada versi ini hanya bertujuan untuk memperpanjang usia aplikasi yang bertujuan untuk memberikan kesempatan perbaikan data kepada sekolah yang belum bisa mengirimkan data. Sedangkan sekolah yang sudah tidak memiliki data bermasalah tidak ada keharusan melakukan proses update.

Dengan kondisi demikian maka Dapodik Helper yang bersentuhan langsung dengan database dapodik tentu tidak ada kendala apapun akibat pergantian versi tersebut. Sehingga para pengguna Dapodik Helper tidak usah risau karena belum ada versi terbaru. Silahkan gunakan aplikasi yang terakhir tersedia pada halaman download sudah bisa digunakan untuk versi 208.
Read more »
Waktu Sync Pada Aplikasi Dapodikdas dan Dapodik Helper

Waktu Sync Pada Aplikasi Dapodikdas dan Dapodik Helper

Masih banyak yang salah memahami mengenai data 'Waktu Sync' pada setiap data dengan yang tertera pada 'Log Sinkronisasi' aplikasi Dapodikdas. Penjelasan mengenai tampilan waktu pada Dapodik Helper sebenarnya sudah dijelaskan pada pembahasan Verifikasi Keberhasilan Sinkronisasi namun masih saja ada yang bingung dengan tampilan informasi waktu sinkronisasi tersebut.

Tampilan waktu sinkronisasi pada aplikasi Dapodikdas (pada bagian beranda) seperti terlihat pada gambar dibawah, merupakan waktu yang disimpan setiap melakukan 'proses' sinkronisasi. Apapun kondisi proses sinkronisasinya setiap melakukan proses sinkronisasi maka waktu akan disimpan. Sehingga saat pengguna melakukan sinkronisasi pada kondisi data tidak ada perubahan sekalipun tetap akan tersimpan waktunya pada log tersebut.
Log Sinkronisasi
Hal yang berbeda untuk kondisi waktu pada bagian masing-masing data yang ditampilkan oleh aplikasi Dapodik Helper. Waktu yang ditampilkan disini seperti terlihat pada gambar dibawah adalah waktu perubahan terhadap data tersebut. Apabila saat melakukan sinkronisasi data tersebut tidak mengalami perubahan tentu waktunya akan berbeda dengan waktu yang tampil pada aplikasi Dapodikdas tersebut diatas karena disini hanya menyimpan waktu saat kondisi terdapat perubahan data saja, sangat berbeda dengan data waktu log sinkronisasi pada aplikasi Dapodikdas.
Waktu Update dan Sync
Dengan penjelasan ini diharapkan pengguna Dapodik Helper tidak lagi galau dengan kondisi data tersebut. Apabila waktu sync yang tampil pada masing-masing record yang ditampilkan oleh Dapodik Helper lebih lama dibanding waktu sinkronisasi pada sync log terakhir dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak mengalami perubahan sejak sinkronisasi sebelumnya.
Read more »
Metode Update Dapodik Helper

Metode Update Dapodik Helper

Menanggapi banyak pertanyaan yang masuk mengenai metode update aplikasi yang masih 'manual' ada alasan tersendiri kenapa belum menggunakan metode praktis. Metode yang dimaksud lebih sering disebut live update yang memungkinkan melalui aplikasi melakukan update secara langsung tanpa harus melakukan download dan instalasi secara manual.
Update aplikasi
Alasan pertama adalah agar pengguna mendapatkan informasi fitur atau fasilitas yang mungkin berubah atau fasilitas tambahan berikut penjelasan tentang fasilitas tersebut. Hal ini memungkinkan bisa tersampaikannya informasi hingga ke pengguna karena pengguna untuk melakukan update harus mengunjungi halaman online terlebih dahulu yang satu lokasi dengan sumber informasi tersebut dimuat yaitu blog ini.

Hal ini memang dianggap sedikit memaksa pengguna untuk tahu informasi. Karena yang terjadi saat ini adalah jangankan fitur yang tersedia, password instalasi saja masih banyak yang bertanya, ini dipastikan akibat pengguna ogah membaca informasi atau menganggap informasi bukan hal yang penting.

Alasan selanjutnya adalah untuk menerapkan metode live update dibutuhkan server tersendiri yang bisa melayani request dari sisi client dan yang pasti harus tersedia bandwith tidak terbatas. Hal ini yang belum bisa dilakukan karena paling tidak dibutuhkan server dedicated atau minimal VPS untuk melakukannya, tidak mungkin server hosting mengijinkan traffic yang tidak terbatas karena akan membebani server mereka dan berakibat pada pengguna lain yang menggunakan layanan hosting tersebut.

Alasan bandwidth yang tanpa batas bukan tanpa alasan namun sudah dibuktikan hingga saat ini akun dropbox yang selama ini digunakan untuk penyimpanan installer Dapodik Helper sudah beberapa kali dihentikan (suspended) oleh pihak penyedia dengan alasan traffic melampaui batas.

Namun tidak menutup kemungkinan fitur live update ini akan diwujudkan untuk kedepannya.
Read more »
Perubahan Pada Update 13 Mei 2014

Perubahan Pada Update 13 Mei 2014

Perbaikan hasil export untuk kendala karakter numerik yang lebih dari 15 digit akan otomatis diperlakukan sebagai data eksponen atau dibatasi (terpotong) oleh Excel, beberapa perbaikan pada kategori ini sebagai berikut
Hasil Export PTK
Seperti terlihat pada tampilan diatas kolom NIP, NIK, NUPTK, Nomor Telepon, Nomor Handphone hasil export tidak lagi bermasalah untuk tampilan saat dibuka menggunakan Microsoft Excel.

Selain perbaikan beberapa jenis kolom numerik pada hasil export juga ditambahkan kolom baru pada hasil export peserta didik yaitu kolom Tingkat Pendidikan dan Rombongan Belajar
Hasil export data Peserta Didik
Pada tampilan Data Pokok ada sedikit metodi penampilan yang sebelumnya kondisi default adalah ukuran layar kecil kini berubah menjadi ukuran layar penuh (maximize)
Tampilan Data Pokok
Data Prasarana dapat menampilkan data Sarana dan Alat Pembelajaran yang ada pada ruangan atau prasarana tersebut dengan cara melakukan klik dua kali pada nama prasarana terkait dengan tampilan seperti berikut
Detail Prasarana
Tampilan seperti diatas terdiri dari Sarana yang berisi semua sarana pada ruangan tersebut, serta tab Buku dan Alat Pembelajaran yang berisi buku dan alat pembelajaran pada ruangan tersebut.

Untuk tab Pendidik dan Tenaga Kependidikan ada kolom yang berbeda dari sebelumnya yaitu menampilkan status penugas PTK tersebut pada sekolah terkait sebagai sekolah induk atau non induk
Status Penugasan PTK
Selain itu pada tab yang sama juga kini sudah berfungsi jika dilakukan klik dua kali pada nama masing-masing nama PTK akan menampilkan data riwayat dan data pendukung PTK lainnya
Data Pendukung PTK
Fasilitas terakhir yang ditambahkan pada release ini adalah pada tab Rombongan Belajar yang memungkinkan untuk menampilkan data Peserta Didik dan Pendidik pada rombongan belajar tersebut, dengan cara klik dua kali pada masing-masing rombongan belajar
Detail Rombongan Belajar
Pada tampilan diatas tab Pendidik juga menampilkan data pembelajaran yang dilakukan pada rombongan belajar tersebut berikut jumlah jam mengajar masing-masing guru.
Read more »
Penjelasan Tentang Fasilitas Integrator

Penjelasan Tentang Fasilitas Integrator

Beberapa pengguna Dapodik Helper menanyakan mengenai fungsi dan kegunaan fasilitas Integrator yang tersedia pada menu yang sama dengan Backup Restore yaitu menu Maintenance. Untuk saat ini memang belum dibahas apa dan bagaimana yang dimaksud Integrator pada aplikasi DH tersebut.

Integrasi Data
Integrator pada tujuan awal pembuatannya adalah untuk fasilitas agar dapat menghimpun data sekolah dari masing-masing sekolah menjadi satu database yang sama. Hal ini dilatar belakangi oleh beberapa dinas pendidikan yang mengusulkan agar ada metode yang mudah untuk membantu mengkoordinir data dapodik tanpa harus melalui register data prefill satu persatu. Dengan integrator dinas bisa dengan mudah menampung banyak data sekolah sehingga bisa berguna untuk tujuan membantu memeriksa validasi data yang diinput oleh operator sekolah ataupun memanfaatkan data untuk kebutuhan pembuatan berbagai macam laporan.

Untuk saat ini baru sebatas mengeluarkan data saja yang disediakan pada Dapodik Helper ini, sedangkan untuk fasilitas memasukan/menghimpun data belum disediakan. Fasilitas yang ada saat ini untuk penghimpun dibuat terpisah dari aplikasi Dapodik Helper.

Walaupun dianggap fasilitas mati suri namun teknologi integrator ini sebetulnya sudah digunakan pada aplikasi BSD yang baru. Pada aplikasi BSD pengguna memungkinkan untuk melakukan backup data sekaligus mengirimkannya ke server tujuan, seperti itulah gambaran sederhana dari fungsi integrator tersebut yaitu mengintegrasikan data pada lokasi yang berbeda.
Read more »